-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Jejaring
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top ads

    PENDIDIKAN

    Polsek Tamansari Lakukan Mediasi Mts Al-Hidayah Ciapus Sampaikan Klarifikasi

    Redaksi
    Minggu, 10.12.23 WIB Last Updated 2023-12-10T03:34:00Z

     


    BOGOR (BJN)  - Buntut pengeroyokan terhadap seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, oleh sekelompok anak di jalan Nangka, Ciapus Bogor dimediasi Polsek Tamansari, Sabtu 9/12/2023.


    Kapolsek Tamansari, Iptu Jajang mempertemukan keluarga korban dengan pihak Mts Al Hidayah Tamansari Bogor di ruang Kantor SD Sirnagalih 2 Bogor.


    Sebagai informasi, sebelumnya pada Jumat 8/12/2023 terjadi pengeroyokan kepada M(11) siswa SD Sirnagalih 2 Bogor, oleh sekelompok anak saat M, pulang Jumatan dengan menggunakan sepedanya hendak membeli es durian di jalan Nangka Ciapus.


    Baru beberapa meter menggoes sepedanya, tiba-tiba ada anak yang menendang sepeda M, hingga dirinya oleng dan nyaris menabrak motor.


    Saat oleng itulah sekelompok anak tersebut melakukan pengeroyokan kepada M, dengan pukulan dan tendangan.


    M, berusaha membela diri, namun para pelaku menyerang bersama-sama menyadari itu M, lalu berusaha lolos dan akhirnya berhasil menyelamatkan diri dengan sepedanya.


    Kedua orang tua M, saat itu mencoba menelusuri kejadian itu dan mencari pelaku untuk mengetahui alasan kejadian.


    Dari keterangan pelaku, kedua orang tua korban M, mendapat pengakuan dari para pelaku dan kawan-kawannya bahwa pengeroyokan itu dilakukan karena disuruh oleh siswa lain setingkat SMP,  dengan menyebut nama asal sekolah di wilayah Ciapus.


    Usai menerima laporan kejadian tersebut Polsek Tamansari mempertemukan keluarga korban dengan pihak Mts Al-Hidayah, Ciapus Bogor.


    "Kami sengaja mempertemukan para pihak di sekolah ini sebagai bentuk pendampingan, agar kejadian tidak terulang kembali dan persoalannya bisa selesai dengan baik," ungkap Iptu Jajang.


    Sementara itu Kepala Mts Al-Hidayah, Yoediswara menjelaskan ia, sudah berusaha menelusuri kejadian tersebut dengan cara mendatangi dan menanyakan kepada para pelaku, ciri-ciri siswa yang disebutnya sudah menyuruh melakukan pengeroyokan.


    Dari keterangan pelaku, Yoediswara tidak menemukan kecocokan identitas, diantaranya karena seragam yang digunakan bukan merupakan seragam khas hari Jumat dari Mts Al-Hidayah Ciapus.


    Yoediswara juga sudah mengumpulkan para siswanya dan menanyakan kejadian tersebut, namun tidak ada satu pun siswa yang mengetahui kejadian tersebut.


    Sehingga kami berkesimpulan bahwa informasi dari pelaku yang menyebutkan siswa Mts Al-Hidayah yang menyuruh melakukan pengeroyokan, itu tidak benar, terang perempuan yang akrab dipanggil Bu Yoedis itu.


    Melalui penjelasan tersebut, para pihak sudah saling memahami dan sama-sama berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi.


    "Alhamdulillah permasalahan sudah selesai, untuk kedepannya kejadian ini akan menjadi pembelajaran yang lebih baik," tegas Yoediswara. ***



    Redaksi : Novel Ruchyadi

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini