-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Jejaring
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top ads

    PENDIDIKAN

    Apakah Benar Makanan Junk Food Membahayakan?

    Redaksi
    Jumat, 22.3.24 WIB Last Updated 2024-03-22T04:00:01Z




    SUKABUMI (BJN) - Pada zaman sekarang, Junk Food menjadi pilihan terbaik khususnya bagi para kaum milenial dan zilenial. Umumnya mereka memilih Junk Food sebagai pilihan karena dirasa mudah didapatkan. Tak perlu sibuk mencari bahan pangan untuk memasak, hanya sekedar mengunjungi gerai dan memesan makanan ataupun minuman.

    Seperti yang kita ketahui Junk Food merupakan salah satu makanan yang menjadi favorit setiap orang terutama bagi kaum generasi era sekarang. Makanan nya yang praktis, dan terjangkau membuat Junk Food menjadi salah satu makanan Favorit orang-orang. Rasanya yang lezat menjadikan Junk Food primadona banyak orang.


    Hal tersebut sudah menjadi Habbit atau kebiasaan, seperti kita tahu sekarang masyarakat ingin melakukan segala hal dengan mudah dan cepat. Akan tetapi mereka lupa mengenai kandungan apa saja yang ada pada makanan atau minuman tersebut. Hal tersebut menjadi suatu masalah dimasyarakat, tak sedikit masyarakat yang mengalami gangguan Kesehatan karena terlalu sering mengkonsumsi junk food.


    Makanan cepat saji atau junk food adalah jenis makanan yang mengandung lemak jenuh, gula, dan garam yang tinggi. Karena itu, junk food biasanya memiliki cita rasa yang gurih dan membuat konsumen yang mengkonsumsinya ketagihan. Namun, makanan cepat saji ini justru rendah akan kandungan gizi yang menyehatkan, seperti protein, serat, vitamin, dan mineral. Hal inilah yang membuat konsumsi junk food secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang bisa memicu terjadinya berbagai masalah kesehatan serius.


    Beberapa penyakit yang dipicu karena terlalu sering mengkonsumsi junk food antara lain, gangguan liver, obesitas, kanker, serangan jantung bahkan stroke. Mengkonsumsi dengan rentan waktu yang sering dan jumlah yang banyak dapat memicu penyakit- penyakit diatas. Adapun jenis junk food antara lain, gorengan yang digoreng dalam jangka waktu yang lama, sereal bahkan roti- rotian. Oleh karena itu penting bagi masyarakat untuk memilih makanan yang dikonsumsi dan mengurangi konsumsi junk food demi Kesehatan diri.


    Makanan Junk Food Ini merujuk pada makanan yang gizi rendah, tinggi gula, lemak,garam dan kalori, istilah Junk Food sendiri juga sering menggambarkan makanan yang cepat saji atau makanan ringan yang sering di proses secara intensif (terus menerus). Dan kebanyakan Masyarakat yang mengkonsumsi Junk Food sehari bisa dua kali bahkan lebih mengkonsumsi Junk Food, padahal kalori yang terkandung dalam Junk Food memiliki batas normal kalori pada makanan normal umum nya.


    Pola makan yang buruk, termasuk konsumsi makanan junk food, telah dikaitkan dengan risiko gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan stres. Ini mungkin karena makanan junk food dapat memengaruhi keseimbangan kimia otak dan berkontribusi pada peradangan sistemik dalam tubuh.


    Hal inilah yang masih menjadi kurang nya kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga makanan bagi kesehatan diri sendiri. Padahal makanan menjadi aspek utama dalam Kesehatan untuk tubuh kita tetapi masih banyak orang-orang yang acuh tak acuh terhadap kesehatan pribadi mereka. Banyak sekali dampak negatif yang akan terjadi pada diri kita sendiri jika kita sering mengkonsumsi makanan Junk Food.


    Seperti yang sudah dibahas tadi ternyata dampak dari makanan Junk Food memiliki skala yang besar terhadap penyakit yang akan diderita, pentingnya menjaga pola makan sama dengan kita menyayangi tubuh kita. Mulailah dari hal-hal kecil seperti mengurangi pengkonsumsian makanan Junk Food yang konsisten akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh anda. Sayangi tubuh anda dari sekarang sebelum penyesalan yang akan datang dimasa depan. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. 



    Penulis :



    Nama: Raissa Fitriya Sabila 
    NIM : J1401221019
    Jurusan : Komunikasi Digital dan Media 
    Sekolah Vokasi IPB University
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini