-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Jejaring
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top ads

    PENDIDIKAN

    Mantan Persikabo Sesalkan Minimnya Perhatian Pemkab.

    Redaksi
    Selasa, 14.5.24 WIB Last Updated 2024-05-14T09:44:26Z

      


    CIBINONG (BJN) -  Para mantan emain Persikabo era 70 hingga 90, menyesalkan minimnya perhatian pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor, terhadap dunia sepakbola di Kabupaten Bogor. Selain prestasi tim kesayangan masyarakat di Kabupaten Bogor, yang terus melorot, bahkan turun kelas setelah mengalami degradasi ke liga Dua. Hal lain, juga disesalkan terkait minimnya perhatian terhadap para pemain lokal untuk diikut sertakan dalam tim di Liga Utama. 


    Hal penyesalan tersebut, terkuak Selasa 13/5/2024 kemarin, saat para punggawa mantan Persikabo di era 70 hingga 90, memperingati Milad Pertama, komunitas nya yang tergabung dalam SADULUR KABO, di Lapangan Tenis, Komplek Perkantoran Pemkab Bogor. 

    Dijelaskan Ketuanya, Hadian, para mantan pemain yang umumnya telah mengabdikan diri mereka untuk berjuang menaikkan kelas dan derajat Persikabo dari liga 2, hingga ke Divisi Utama itu, seolah sirna oleh keegoisan manajemen klub tersebut. 


    Puluhan dari kami, saat itu telah berjibaku untuk mengangkat derajat sepakbola hingga nama baik Kabupaten Bogor, yang dimulai dari divisi 2 hingga mencuat ke divisi Utama. Namun kini, klub kesayangan masyarakat itu, harus turun kelas lagi ke divisi 2," jelas Hadian.

    Sementara itu, Dicki Dompas, yang juga mantan Persikabo, menuturkan bahwa, salah satu penyebab turunnya kelas Persikabo, karena tidak adanya pemain lokal yang dipakai oleh manajemen Persikabo. 


    Tanpa pemain lokal dari Kabupaten Bogor, maka fanatisme pemain bahkan supporter nya juga seolah sirna, " ungkapnya. 


    Ironis memang, seperti diungkapkan Toni, Jerry, Robby hingga Attu, yang kala itu mempertaruh kan jiwa dan raga nya membela Persikabo, hingga berhasil ke divisi utama, apabila tim ikon Kabupaten Bogor sekarang itu, tidak dihuni oleh pemain lokal. 


    Kabupaten Bogor itu terdiri dari 40 kecamatan, yang pembinaan pemain nya sejak dini hingga dewasa, rutin diselenggarakan, namun tak satupun ada bakat mencuat yang dipakai di tim," ujar mereka. 


    Lain lagi yang diungkapkan oleh sekretaris SADULUR KABO, Weddy. Menurutnya, perhatian pemerintah sangat minim, terhadap para mantan punggawa Persikabo di era 70 hingga 90 itu. "Walau hampir seluruh dari kami sudah pensiun, tapi semangat untuk menggiatkan sepakbola di Kabupaten Bogor itu, tak akan pernah padam. Namun, disisi lain, terkait untuk mendapatkan fasilitas pemakaian lapangan saja, seolah tabu untuk diberikan kepada para mantan Persikabo itu. 


    Diakhir keterangan saat syukuran 1 tahun SADULUR KABO itu, Susmono, Jerry dan Kiki 'bule' berharap agar perhatian terhadap para pemain lokal ke depan nya, dapat lebih di fokuskan, termasuk dengan pemanfaatan fasilitas pemakaian sarana stadion baik yang mini maupun stadion utama nya. "Kami yakin, jika perhatian terhadap pemain lokal dan fasilitas lapangan dapat dipermudah, maka tidak menutup kemungkinan, jika prestasi Persikabo akan meningkat lagi. 


    Semoga saja, harapan masyarakat se Kabupaten Bogor, agar tim kesayangan mereka, Persikabo, dapat bersinar lagi, seperti era 70-90, lalu. (Jcky) 



    Redaksi : Novel Ruchyadi

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini