-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Jejaring
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top ads

    PENDIDIKAN

    Kujang Pusaka Ini Dikenal Masyarakat Sunda Pada Masa Kerajaan Padjajaran

    Redaksi
    Jumat, 9.6.23 WIB Last Updated 2023-06-09T08:26:19Z


    BOGOR (BJN) - Kujang pusaka ini dikenal masyarakat sunda pada masa kerajaan Padjajaran atau sekitar abad ke-14, karena fungsinya sebagai alat pertanian.


    Oleh karena itu warisan ini tak dapat dipisahkan dari masyarakat sunda, khususnya pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi.



    Sebagian besar masyarakat di wilayah Jawa Barat juga mengenal benda ini sebagai peninggalan Prabu Siliwangi.


    Namun ketika ada penjajah asing, senjata ini digunakan untuk melawan dan mengusir penjajah, pada zaman dahulu bangsa Indonesia khususnya suku sunda tidak memiliki senjata yang mumpuni, untuk melawan penjajah yang merusak masyarakat.



    Karena itu, Kujang ini dijadikan simbol pusaka bagi masyarakat sunda, konon sampai saat ini senjata tradisional Kujang masih dapat digunakan sebagai alat bercocok tanam oleh masyarakat Baduy, Banten dan Pancer Pengawinan Sukabumi, Jawa Barat.


    Hal itu terekam dalam keterangan naskah kuno Sanghyang Siksa Ng Karesian (1518 M). Namun, ada juga tradisi lisan yang berkembang di beberapa daerah. Ada banyak teori tentang asal usul kata Kujang, salah satunya adalah kata Kujang berasal dari bahasa Sunda kuno yaitu ‘kudi’ dan ‘hyang’.


    Kata ‘kudi’ sendiri merujuk pada senjata yang memiliki kekuatan gaib, sedangkan ‘hyang’ merujuk pada dewa. Selain itu, juga dikaitkan dengan kata bahasa Sunda ‘ujang’ yang artinya orang.


    Pada abad ke-9 dan ke-12, muncul jenis baru alat pengiris daging yang sudah memiliki kelebihan dan ciri khas tersendiri.


    Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, budaya, sosial, serta ekonomi di masyarakat sunda membuat Kujang mengalami pergeseran bentuk, fungsi, dan maknanya.


    Kujang juga mulai menjadi senjata yang bernilai simbolis serta sakral, senjata tradisional ini juga sangat berarti bagi masyarakat lokal di Jawa Barat khususnya wilayah Bogor.


    Hal tersebut diungkapkan H. Bustomi Karim (Bah Utom)  Ketua Umum Forkind Kokolot Bogor (FKKB) kepada Novel Ruchyadi awak media beritajejaring.co.id, jum, at 9/6/2023,  usai melihat langsung pelaksanaan bersih-bersih Tugu Kujang.


    Ia,  juga menjelaskan kami keluarga besar Forkind Kokolot Bogor (FKKB) , selalu hadir dikesempatan seperti ini,  guna memotivasi anak-anak muda untuk lebih tau dan mencintai sejarah yang ada di Kota Bogor.



    Senada yang disampaikan Eddi SK,  pendiri dan Pengawas Forkind Kokolot Bogor (FKKB) ,  Kujang merefleksikan keberanian ketajaman dan keindahan.


    Pada acara prosesi Ngumbah Kujang adalah  penghormatan untuk para karuhun pendahulu, dengan dilaksanakannya prosesi Ngumbah Kujang, maka terjadi kondisi Silaturahim para Budayawan dan interaksi multipihak.


    Editor.   : Deri

    Redaksi : Novel Ruchyadi

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini