-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Jejaring
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top ads

    PENDIDIKAN

    Ratusan siswa SD di Bogor timur mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu.

    Redaksi
    Selasa, 12.9.23 WIB Last Updated 2023-09-12T03:55:32Z

     


    BOGOR (BJN) - Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor mengikuti seleksi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan Bogor Tahun 2023 acara tersebut berlangsung di Kompleks SDN Bantar Kemang 6, hari Selasa (12/9/2023).


    Kegiatan yang dibuka oleh, Medi Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Kota Bogor, dihadiri para Kepala SD se Kecamatan Bogor Timur, dan Undangan.



    Dia, juga menjelaskan FTBI ini sebagai upaya menggencarkan revitalisasi bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda yang menyasar generasi muda.


    Selain itu festival ini merupakan media apresiasi kepada para peserta program revitalisasi bahasa Sunda yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari sekolah atau komunitas belajar di tingkat SD kota Bogor.


    "Festival ini melibatkan partisipasi guru pendamping, pegiat bahasa Sunda, dan pemerintah daerah. Selain itu, FTBI dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan toleransi kebinekaan di Indonesia," ujarnya, usai membuka kegiatan tersebut.


    Untuk itu, Kabid Dikdas berpesan agar para peserta lomba dan generasi muda harus percaya diri dalam menggunakan bahasa Sunda.


    “Bahasa Sunda adalah akar rumput dari budaya yang kita miliki. Jadi kalau kita memegang teguh, akan keren sekali dan kita dipersatukan dengan bahasa Indonesia,” pesannya.


    Ditempat yang sama, Ketua Forum Kepala SD kecamatan Bogor Timur sudiyato  menjelaskan, festival ini diikuti seratus tiga dua  lebih siswa SD se Kecamatan Bogor Timur, kota Bogor. 


    Peserta mengikuti tujuh mata lomba, yaitu Maca Sajak Putra/Putri Ngadongeng, Biantara, Carbon, Nembang Pupuh, Borangan dan Maca Jeung nulis aksara Sunda.


    “Jadi acara ini benar-benar variatif dan juga kekinian jenis kompetisinya, sehingga menjadi suatu hal yang bukan hanya untuk melindungi dan merestorasi, tapi juga untuk masuk ke abad yang baru bagi para milenial, katanya. 


    Masih kata sudiyato, "Festival Tunas Bahasa Ibu diharapkan dapat memberikan akses bagi para partisipan sehingga nantinya akan semakin bangga menggunakan bahasa daerah. “Ini merupakan paradigma yang harus kita dorong ke masyarakat,”. Pungkasnya. 


    Jurnalis : Imas

    Editor.    : Deri

    Redaksi : Novel Ruchyadi

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini