-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Jejaring
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top ads

    PENDIDIKAN

    Abah Rohim ; Saba Dulur, Saba Lembur, Saba Batur Bukan Hanya Sebatas Jargon

    Redaksi
    Kamis, 1.1.26 WIB Last Updated 2026-01-01T11:56:14Z

     


    BOGOR (BJN) - Abdul Rohim, salah satu calon Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Gunung Picung resmi maju dalam perhelatan pemilihan, yang rencananya akan di gelar 18/1/2026, mendatang.


    Saat ditemui dan wawancara, oleh awak media beritajejaring.co.id, Abdul Rohim, Pria kelahiran, 29 November 1975 mengatakan dirinya sudah mantap, bahkan proses pendaftaran nya sudah beres dilakukan.



    "Berbagai persyaratan administrasi alhamdulillah sudah diserahkan kepada panitia, artinya sudah beres."


    Selain itu, Pria yang biasa di panggil dengan sebutan "Abah" tersebut menyampaikan bahwa Saba Dulur, Saba Lembur dan Saba Batur bukan hanya sebatas Jargon, tapi itu akan dilakukan ketika terpilih menjadi Kepala Desa Gunung Picung. 


    Dia juga menyebutkan, seorang pemimpin itu harus benar benar turun ke bawah, melihat, mendengar sekaligus mengetahui tentang persoalan yang di hadapi oleh masyarakatnya.



    Saba Dulur, Saba Lembur, Saba Batur bukan hanya sebatas slogan, tapi sebuah kalimat dan peribahasa Sunda yang sederhana tapi memiliki makna mendalam.


    Saba itu artinya Datang atau Mendatangi, Dulur itu artinya Saudara, Lembur itu artinya Kampung, dan Batur itu artinya Masyarakat luas, jadi dapat diartikan, kita harus datangi mereka tanpa memilah dan memilih pendukung saya atau bukan.


    Prinsipnya ke depan jangan lagi ada perbedaan antara pendukung dan bukan pendukung, semuanya sama warga saya, masyarakat Desa Gunung Picung. 


    Cita-cita saya sederhana, Ingin membangun Desa Gunung Picung yang terbuka, berkeadilan dan akuntabel.


    Kedepannya, bukan hanya sebatas program pembangunan infrastruktur, tapi sumber daya manusianya juga harus kita berdayakan.


    Misalnya, apabila ada program pembangunan di wilayah RW 01, maka yang mengerjakannya pun harus orang-orang wilayah tersebut, begitu juga dengan wilayah lainnya.


    Jadi masyarakat setempat bukan hanya bisa merasakan pembangunan infrastruktur saja, tapi pemberdayaannya pun bisa dirasakan.


    Dan saya juga minta kepada masyarakat Desa Gunung Picung, para tokoh untuk memberikan masukan, serta kritik nya kepada saya, karena untuk membangun sebuah Desa tidak bisa di lakukan oleh seorang Kepala Desa dan perangkatnya saja,  akan tetapi harus melibatkan semua unsur, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun ketua pemuda yang ada di-Desa Gunung Picung. 


    Tutup kata:

    Desa Gunung Picung melaksanakan Pengganti Antar Waktu (PAW), dikarenakan Bapak H. Oman Meninggal Dunia, pada 5 Agustus 2025, lalu.



    Jurnalis : John

    Redaksi : Novel Ruchyadi

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini