-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Jejaring
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top ads

    PENDIDIKAN

    Presiden Prabowo Umumkan Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025

    Redaksi
    Kamis, 8.1.26 WIB Last Updated 2026-01-08T10:15:27Z

    JAKARTA (BJN) -  Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan, khususnya beras, pada tahun 2025. Pengumuman tersebut disampaikan saat menghadiri panen raya di Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu 7/1/2026.


    Turut hadir secara daring Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin; Danrem 061/Suryakancana, Brigjen Thomas Rajunio; Dandim 0606 Kota Bogor, Kolonel Kav. Gan Gan Rusgandara; Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bogor, Hanafi; Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Dody Ahdiat; dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor.



    Presiden menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada tahun 2025. Penegasan ini menjadi komitmen pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional serta mengakhiri ketergantungan terhadap impor.


    “Kita buktikan bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat, bangsa yang berkemampuan dan mampu berdiri di kaki sendiri. Bangsa Indonesia kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan. Bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang waspada, bangsa yang selalu mau mengoreksi diri, berani menghadapi segala keadaan,” kata Presiden.


    Kemandirian pangan, lanjut Prabowo Subianto, merupakan sebuah keharusan bagi bangsa Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah.


    Presiden melanjutkan bahwa para petani telah membuktikan diri sebagai putra-putri terbaik bangsa. Dirinya menilai para petani sebagai pihak yang paling setia, paling loyal, dan paling merah putih di Republik Indonesia. Namun, keberadaan mereka, bersama para nelayan, masih kurang dihormati, dibela, dan dilindungi.


    Keprihatinan juga diungkapkan Prabowo atas kekayaan bangsa Indonesia yang bocor, karena kurang pandai dalam mengelolanya. Selain itu, ia menyoroti perilaku sejumlah elite yang lebih sering mengejek dan melempar sindiran terhadap kinerja pemerintah.


    “Di akal sehat dan di hati saya tidak dapat menerima bagaimana negara yang begitu makmur dan berjuang ratusan tahun untuk merdeka, tetapi kekayaannya kurang dinikmati sebagian besar rakyat Indonesia. Bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur, tetapi kita tergantung pada bangsa lain. Untuk pangan saja kita impor, impor, impor. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya,” ujarnya.


    Sebagai informasi, Presiden sebelumnya menargetkan swasembada beras akan tercapai dalam waktu sekitar empat hingga lima tahun. Namun, dalam waktu satu tahun, swasembada pangan tersebut telah berhasil dicapai.


    Sepanjang tahun 2025, produksi beras Indonesia mencapai 34,71 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Dengan stok beras yang tersedia di dalam negeri, pemerintah sama sekali tidak mengimpor beras konsumsi pada tahun 2025. (Deri)



    Redaksi : Novel Ruchyadi

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini