-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Jejaring
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top ads

    PENDIDIKAN

    Bupati Indramayu Akan Menari Topeng di HPN

    Redaksi
    Sabtu, 29.1.22 WIB Last Updated 2022-01-29T11:51:31Z

    (Foto.PWIKotaBogor)

    JAKARTA (BJN) - Setelah main film "Ngarot" tahun lalu,  kini Bupati Indramayu Nina Agustina bersiap tampil menari topeng "Kelana Gandrung" di Hari Pers Nasional (HPN) di Kendari, Sulawesi Tenggara.

    Putri mantan Kapolri Da'i Bachtiar ini, merupakan satu dari sembilan Bupati/ Walikota yang telah ditetapkan sebagai penerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (AK-PWI) Pusat 2022.

    Kabar tersebut disambut gembira oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari selaku Penanggung Jawab HPN, bersama Ketua Bidang II Panitia HPN Pusat Nurjaman, bersama panitia yang lain. 

    Menurut Ketua AK-PWI Yusuf Susilo Hartono, ada empat Bupati/Walikota yang membawa tim keseniannya ke Kendari. Masing-masing Bupati Indramayu - Provinsi Jawa Barat, Bupati Buton - Provinsi Sulawesi Tenggara, Bupati Magetan - Provinsi Jawa Timur, dan Bupati Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). "Namun, dari keempat kepala daerah itu, hanya Nina yang ikut terjun langsung menari bersama tim kesenian dari Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah", tutur Yusuf.

    Nina yang sejak sekolah telah menggeluti sastra (puisi) dan marching band ini, bakal menari dengan Aerli - cucu penari topeng legendaris Mimi Rasinah (almh). Diiringi nayaga dan gamelan hidup yang dibawa langsung dari Indramayu. Reputasi Aerli sendiri, sebagai penari topeng sudah melanglang buana mengikuti berbagai festival internasional di Jepang, Belanda, Australia, dll. 

    Tarian ini biasanya untuk moruat atau (mengobati) daerah yang sedang terkena wabah penyakit, karena di setiap gerakan tarian ini bermakna keberkahan untuk semua. Juga melambangkan kecintaan rakyat kepada pemimpinnya akan memberikan energi positif terhadap pemimpin dalam menjalankan setiap roda pemerintahan.

    Sedangkan Bupati Magetan Suprawoto membawa tim penari yang akan mempersembahkan tarian "Jalak lawu" karya koreografer Siska Hariyati, dimainkan oleh Sanggar Mahalawu Dance Performace, karya koreografer Siska Hariyati. Dalam kariernya, Siska pernah tampil di Amerika Serikat, Bangkok, beberapa kota di Tanah Air, serta menari dalam film "Cokro" garapan Garin Nugroho. Sebagai "bupati penulis", Suprawoto bakal melaporkannya di media massa setempat. Sudah belasan tahun, Suprawoto menekuni dunia tulis-menulis, dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Setiap minggu tulisannya muncul di koran/majalah.
    Bupati Sumbawa Barat Musyafirin membawa rombongan Seni Tradisi Ratib Sakeco. Di Sumbawa, seni yang satu ini biasanya tampil saat acara adat dan perayaan kegembiraan saat tibanya musim panen, perkawinan, dll. Sebagai ungkapan syukur pada manusia dan lingkungan alam. Dimainkan Sanggar Pusakalangit Sumbawa Barat, dengan koreografer Sajadah. Di daerahnya, Sajadah, dikenal sebagai kreator tari lumpur, hingga penyelenggara kemah budaya.

    Bupati Buton, Sumbawa Barat, La Bakry membawa rombongan Tari "Kambero." Tarian ini, di Buton, biasa untuk menyambut tamu, yang dimainkan 10 penari muda, lelaki dan perempuan. Ada beberapa jenis tarian untuk menyambut tamu, yang dimainkan oleh penari tua, hingga penari remaja (perempuan). Namun Tarian Kambero dengan andalan gerak dinamis dan permainan kipas ini yang dipilih untuk sajikan di Kendari. 

    Adapun ke-9 Bupati/Walikota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, tanpa peringkat, yaitu Walikota Padang Panjang, Sumatra Barat, Fadly Amran (Datuak Paduko Malano), Bupati Magetan - Jawa Timur Suprawoto, Bupati Lamongan - Jawa Timur, Yuhronur Efendi.

    Bupati Indramayu - Jawa Barat Hj. Nina Agustina, Walikota Bekasi - Jawa Barat,  Bupati Sumbawa Barat- NTB Musyafirin, Walikota Bengkulu - Bengkulu H. Helmi Hasan, Walikota Surakarta - Jawa Tengah Gibran Rakabuming Raka, Bupati Buton La Bakry Sulawesi Tenggara dan Bupati Lamandau - Kalimantan Tengah Hendra Lesmana. (*** )

    Sumber: Bunai/PWI Kota Bogor
    Redaksi: Novel Ruchyadi
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini