-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Jejaring
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top ads

    PENDIDIKAN

    Mendag resmikan Pasar Rakyat Tanah Baru Bogor

    Redaksi
    Kamis, 30.11.23 WIB Last Updated 2023-11-30T07:28:28Z


    BOGOR  (BJN) -  Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meresmikan Pasar Rakyat Tanah Baru di Kota Bogor, Jawa Barat,  untuk menciptakan pasar rakyat yang bersih, aman, dan nyaman bagi pengunjung.


    “Saya berharap Pasar Tanah Baru bisa menjadi ikon bisnis yang menggerakkan roda perekonomian warga Kota Bogor,” kata Zulkifli, Rabu 29/11/2023.


    Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya. Peresmian pasar yang terletak di Jalan Raya Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara.



    Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pasar tradisional merupakan jantung perekonomian rakyat. Karena itu ia berpesan kepada segenap pihak terkait agar pasar rakyat yang sudah dibangun dapat dikelola dan dipelihara dengan baik secara konsisten dan berkelanjutan sehingga dapat mendukung aktivitas perdagangan dan perekonomian Kota Bogor.


    “Saya memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan Pasar Rakyat Tanah Baru di Kota Bogor ini,” kata Mendag.


    Sementara itu, direktur utama Perumda PPJ, Muzakir menegaskan semua infrastruktur pasar di Kota Bogor memang sedang dialihkan ke pinggiran kota salah satunya dengan meresmikan Pasar Tanah Baru.


    Pasar Rakyat Tanah Baru Kota Bogor ini dibangun untuk menampung 140 pedagang, yang terdiri dari 14 unit kios dan 126 unit los. Jumlah pedagang ini sudah terdata secara by name by address, ada yang menjual bahan pokok, sayuran, kuliner, dan pakaian.


    Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan Pemerintah Kota Bogor sedang menata pasar-pasar yang berada di tengah kota dan akan dialihkan ke pinggiran kota untuk mencegah kemacetan dan kekumuhan.


    "Mengenai pasar di Bogor menjadi pusat perhatian Pak presiden Jokowi, beliau melihat menjadi pusat kemacetan. Maka dari itu pasar kami alihkan ke pinggiran kota, salah satunya pasar Tanah Baru ini," ujarnya.


    Lanjut Muzakir menambahkan untuk kios dan los pihak perumda PPJ tidak memungut biaya alias cuma-cuma, pedagang hanya perlu bayar jasa pengelolaan sebesar dua puluh dua ribu rupiah per hari dengan sistem pembayaran kolektif per bulan" ungkapnya.


    "Pasar ini lantaran mendapat subsidi pemerintah, kita tidak kenakan biaya sewa. yang kita kenakan 'service charge' lantaran itu kita minta komitmen, jika misalnya harian bisa mereka jualan, bisa enggak. Tapi jika misalnya kita kalkulasikan ke bulanan, mereka bakal komitmen" kata Muzakkir.(ipunk)




    Redaksi : Novel Ruchyadi

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini