-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Jejaring
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top ads

    PENDIDIKAN

    BMKG: Awal Musim Hujan di Indonesia Akhir Oktober 2020 Hingga Februari 2021

    Redaksi
    Senin, 9.11.20 WIB Last Updated 2020-11-09T10:57:39Z

    (Foto.Redaksi)
     
    YOGYAKARTA (BJN) - Akhir Maret 2020, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis bahwa awal musim kemarau di Indonesia bervariasi, sebagian besar dimulai bulan Mei hingga Juni 2020, hasil pemantauan perkembangan musim kemarau hingga akhir Agustus 2020 menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia sudah mengalami musim kemarau.

    Disebutkan, musim hujan di Indonesia akan dimulai secara bertahap di akhir bulan Oktober, terutama dimulai dari wilayah Indonesia Barat dan sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami puncak musim hujan di bulan Januari dan Februari 2021.

    Sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada bulan Januari dan Februari 2021, yaitu sebanyak 248 ZOM (72,5 persen)

    BMKG menyatakan, pemantauan hingga akhir Agustus 2020 terhadap anomali suhu muka laut pada zona ekuator di Samudera Pasifik menunjukkan adanya potensi La Nina (indeks Nino3.4= -0.69), yang berpotensi mengakibatkan peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia pada saat musim hujan nanti.

    Hal tersebut sejalan dengan prediksi institusi meteorologi dunia lainnya yang menyatakan ada peluang munculnya anomali iklim (La Nina).

    La Nina berkaitan dengan lebih dinginnya suhu muka laut di Pasifik ekuator dan lebih panasnya suhu muka laut wilayah Indonesia, sehingga menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia dan menghasilkan peningkatan curah hujan.

    Sementara itu di Samudra Hindia, pemantauan terhadap anomali suhu muka laut menunjukkan kondisi IOD negatif (indeks IOD= -0.47). IOD negatif menandai suhu muka laut di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra lebih hangat dibandingkan suhu muka laut Samudra Hindia sebelah timur Afrika.

    Hal ini juga menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia dan menghasilkan peningkatan curah hujan, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian barat. Kondisi IOD negatif ini berpeluang bertahan hingga akhir tahun 2020.

    Baik kondisi La Nina dan IOD negatif tersebut diprediksi mengakibatkan sebagian wilayah Indonesia atau 27,5 persen Zona Musim (ZOM) berpotensi mengalami musim hujan yang cenderung lebih basah daripada rerata klimatologisnya.


    Dr. Ir. H. Suharjanto, MSCE/ (Foto.Redaksi)

    Merilis data yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimotologi Geofisika (BMKG), Dr. Ir. Suharjanto  MSCE., Dosen Ahli Struktur di salah satu Perguruan Tinggi Yogyakarta juga lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) memberikan tips bagi warga Jawa Tengah dan Jawa Timur.

    Tips yang harus dilakukan dan dihindari: 1. Pada siang hari bisa mencapai 40 °C, jangan coba anda langsung minum air es yang mengakibatkan pembuluh darah mikro bila memang kuat akan terjadi pecah pembulu darah, 2. Suhu di beberapa tempat telah mencapai 38 °C atau lebih, dalam kondisi ini jaga suhu tubuh agar lebih tinggi, bahayanya tidak hanya dari minum air es/dingin, ini dapat terjadi bahkan sekedar mencuci tangan/muka/kaki anda, tidak boleh menyiram/bagian tubuh yang panas terkena sengatan terik, dengan air dingin akan tetapi membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk membuat tubuh menjadi dingin sesuai suhu dalam ruangan, minumlah air hangat 34-36 °C.

    Melalui pesan singkat (WhatsApp) kepada Novel Ruchyadi Pemimpin Redaksi BJN, Dr. Ir. Suharjanto, MSCE., menjelaskan, saat ini cuaca sedang tidak menentu, sehingga tips kesehatan yang saya berikan dan dapat diikuti, Insya Allah akan terhindar dari berbagai penyakit termasuk Virus Corona (Covid-19), sebab tubuh kita harus selalu dalam kondisi fit dengan menjaga kesehatan, tutupnya.





    Jurnalis: Budi Karyana
    Editor: Muhamad Riky .R

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini