-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Jejaring
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top ads

    PENDIDIKAN

    Haul Al Maghfurlah Mama KH. TB. Muhammad Falak Abbas ke-52

    Redaksi
    Sabtu, 16.12.23 WIB Last Updated 2023-12-16T13:41:22Z

     


    BOGOR (BJN) - Pekan "seribu kali khatam Alquran" dimulai. Ya, selama sepekan ke depan, mulai Ahad (17/12) hingga Sabtu (23/12), ribuan santri silih berganti mengkhatamkan Alquran untuk memperingati Haul Al Maghfurlah Mama KH. TB. Muhammad Falak Abbas ke-52. jika tak ada aral, pada puncak Haul Mama Falak nanti, Pemkot Bogor berencana menasbihkan kompleks pondok pesantren (Ponpes) di-Pagentongan, Kecamatan Bogor Barat, menjadi kampung  tematik "Kampung Santri".



    Rangkaian Haul Mama Falak dimulai pukul 06.00 Ahad (17/12), dimana 1.000 santri yang saat ini sedang menimba ilmu di empat ponpes di kompleks Pagentongan akan mengaji hingga khatam Alquran. Pada petangnya, Pengasuh Ponpes Alfalakiyah, KH Tb Asep Zulfiqor, akan memimpin manakib Faydhurrohmani.


    Rangkaian berlanjut pada Senin(18/12), dimana KH Luman Saleh Mari akan membawakan kajian Kitab Insan Kamil dan Ataqoh Sughro. Esoknya, Syeh Hakim KH Tb Agus Fauzan akan memandu para santri untuk khatam Dalailul Khoirot dan Shalawat Burdah. Pengasuh Ponpes Al Um, KH Muhidin akan memimpin kajian Maulid Simtudduror, pada Rabu (20/12). Ustaz H TB M Fadhil (Alfalak) sedianya memandu Maulid Nabi Muhammad pada malam Jumat(21/12). Syeh Hakim KH Tb Agus Fauzan kembali memimpin jamaah dalam mengkhatamkan Qodiriyah Aliyah Aljaylaniyah Almubarokah pada Jumat (22/12). Sepanjang sepekan agenda berlangsung, kegiatan khataman Alquran tetap berlangsung disetiap pagi.

    "Kami berharap prosesi haul berlangsung dengan baik dengan tetap mengedepankan syariat dan memelihara tradisi," cetus putra dari Mama Falak, KH Tb Agus Fathurohman.


    Sebagaimana diketahui, sosok Mama Falak dikenal sebagai panutan umat dalam menjaga toleransi dan menghormati keberagaman. Pada kesempatan sebelumnya, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan sebagai ulama Mama Falak adalah orang yang mengajak umat Muslim untuk menjalankan panggilan Allah.

    Mama Falak yang masyhur sebagai ulama kharismatik dan ahli dalam bidang ilmu falak ini, merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan tokoh sufi mendunia yakni sebagai Mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah. Wapres mengatakan sosok Mama Falak merupakan ulama yang karismatik, tokoh ulama yang diakui keilmuannya oleh para kiai dan habib di nusantara.


    Sejak muda, lanjutnya, Mama Falak gigih mencari ilmu, di mana keilmuannya diasah dengan berguru pada ulama Banten dan Cirebon sejak usia 15 tahun.

    "Kemudian, selama lebih dari 20 tahun memperdalam ilmunya di tanah suci, seperti tafsir Al-Qur’an, ilmu hadis, ilmu tasawuf, ilmu falak, ilmu fikih, dan ilmu hikmat," imbuhnya.


    Wapres menambahkan bahwa semasa hidup, aktivitas dakwah Mama Falak tidak hanya di wilayah Pandeglang, tetapi sampai juga di wilayah Pagentongan Bogor, hingga didirikanlah Pondok Pesantren Al Falak pada 1901.

    "Kealiman dan kemahsyuran Mama Falak menjadikan Pesantren Al Falak Pagentongan menjadi tujuan utama para santri di nusantara. Beliau juga seorang nasionalis yang sering berdiskusi dengan tokoh-tokoh kemerdekaan, termasuk Presiden Soekarno," paparnya.


    Oleh karenanya, Wapres berpesan semangat Mama Falak yang luar biasa patut diteruskan bersama, termasuk oleh keluarga besar pondok pesantren Al Falak.


    Ketua Panitia Haul Al Maghfurlah Mama KH. TB. Muhammad Falak Abbas ke-52, TB Rahmatullah menambahkan, pada hari puncak Haul, Pemkot Bogor berencana me-launching kampung tematik "Kampung Santri" di Pagentongan. Ia memprediksi, setidaknya 20 ribu jamaah akan hadir pada momentum tersebut. Mereka yang datang tak hanya dari Bogor.


    Jamaah dari Banten, Jakarta, Cirebon, Lampung hingga Kalimantan, telah memberikan konfirmasi kehadirannya.

    "Kami belum lama ini membahas kampung santri dengan Pak Dedie (Wakil Wali Kota Bogor, red). Mungkin kepastiannya akan kami dapatkan secepatnya," tuturnya.(*)



    Sumber : Bunai. PWI Kota Bogor

    Redaksi : Novel Ruchyadi

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini