-->
  • Jelajahi

    Copyright © Berita Jejaring
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top ads

    PENDIDIKAN

    Pengaruh Influencer Dalam Arah Politik Masyarakat

    Redaksi
    Rabu, 20.3.24 WIB Last Updated 2024-03-22T04:27:47Z

    (sumber: Sakoto.co.id)

    SUKABUMI (BJN) - Perubahan zaman dipengaruhi oleh adanya teknologi, banyak sekali perubahan yang terjadi. Seperti penggunaan media yang berupa konvensional berubah menjadi media digital. Saat ini,media digital menjadi sebuah jembatan telekomunikasi dan informasi yang efektif digunakan oleh khalayak. Seperti yang kita tahu, dengan adanya media digital ini dapat memberi dampak yang signifikan. Barack Obama menjadi salah satu politikus yang menggunakan kekuatan media sosial dan influencer secara efektif dengan menggunakan selebritas populer seperti Oprah Winfrey, Presiden Joko Widodo juga melakukan hal yang sama saat melakukan kampanye, bahkan setelah kemenangannya dalam pilpres tahun 2019 Joko Widodo mengundang para influencer pendukungnya datang ke istana untuk menyampaikan selamat dan terimakasih karena telah mendukungnya dalam pilpres 2019.


    Media sosial merupakan bagian dari media digital yang memiliki jangkauan aspek yang sangat luar biasa. Tahun 2024 isu politik masih menjadi bahan utama pembicaraan khalayak, baik mengenai pemilu ataupun sistem pemilu. Dalam hal ini media digital berupa media sosial memiliki kekuatan untuk ikut serta dalam mendistribusikan mengenai berbagai informasi politik. Perlu diketahui dalam menggunakan media sosial juga diperlukan seorang influencer yang dimana mampu memengaruhi, mengkoordinasi bahkan mendorong menciptakan sebuah hal baru.



    Pengaruh Influencer dalam Komunikasi Politik

    Influencer muncul di berbagai platform media sosial, saat ini influencer menempati real estate digital di berbagai aspek atau topik, termasuk topik politik. Seorang influencer memiliki kekuatan untuk mempengaruhi bahkan mengkoordinasi khalayak. Influencer dapat memanfaatkan pengaruh media sosial mereka untuk memengaruhi, dengan pembuatan konten yang dapat menarik khalayak luas untuk percaya dan mengikuti influencer tersebut.


    Seorang Influencer juga paham bagaimana cara mengeksplorasi keterjangkauan platform baru. Ketika influencer berbicara mengenai isu politik, mereka terlibat dalam “wilayah abu-abu antara pasar dan demokrasi” (de Gregorio & Goanta,2022:225). Influencer sendiri memonetisasi konten baik untuk mencari nafkah, mengulas untuk dibayar, atau mendukung sebuah merek.


    Kandidat politik dalam menjangkau kelompok tertentu kerap menggunakan atau memanfaatkan influencer untuk mempromosikan tujuan mereka guna memengaruhi khalayak luas ( Glazer & Wells,2019 ; Wong,2020 hal,225). Pendekatan konseptual yang berbeda- beda menunjukkan serangkaian dimensi yang menjadi inti dalam mendefinisikan mengenai influencer, politik dan media. Walaupun demikian, kemampuan influencer politik mampu menavigasi dinamika kompleks dari platform masing- masing. Gagasan bahwa secara teoritis setiap orang memiliki potensi untuk menjadi influencer sejalan dengan “komodifikasi diri neoliberal yang melekat” ( Lewis 2020 , hal. 203).



    Melihat masa depan Politik Indonesia dengan adanya Influencer

    Kekuatan yang dimiliki influencer untuk mendobrak pintu politik sangat besar, dilihat dari besarnya kekuatan media sosial pada era ini. Seperti yang kita tahu bahwa saat ini politik dimainkan dalam moral atau diskriminasi dengan alih- alih didefinisikan sebagai kategori politik ataupun dikaitkan dengan alih- alih benar dan salah. Gagasan yang lebih luas mengenai politik sebagai wacana dan tindakan yang berkaitan dengan kehidupan public bergantung pada “ sifat biner masyarakat sipil” ( Alexander,2006).


    Influencer dapat memanfaatkan sebuah platform media sosial dengan lebih efektif, dimana sebuah platform sebagai infrastruktur yang digunakan influencer untuk berinteraksi dengan audiensnya. Adapun dua platform yang sangat populer dikalangan Influencer adalah Tiktok dan Instagram ( Abidin,2020 ; Cotter.2019 ). Influencer sendiri sering dipahami serupa dengan opini yang mempengaruhi terhadap orang lain dengan menyampaikan informasi dan bertindak sebagai perantara terhadap khalayak.


    Kombinasi atribut yang diinginkan entah itu atribut pribadi ataupun jaringan yang memungkinkan mereka mempengaruhi sejumlah besar orang lain secara tidak proporsional. Penelitian yang mengukur dampak keterlibatan dengan influencer masih langka, meskipun ada beberapa pengecualian yang jarang terjadi. Namun para peneliti juga telah menunjukkan bagaimana influencer politik dapat memerankan penting dalam pendidikan mengenai politik ataupun literasi mengenai politik. Sebuah riset membuktikan bahwa komunikasi influencer tentang topik politik atau isu-isu tertentu dapat meningkatkan minat politik pemilih khususnya kaum muda, hal ini disebabkan oleh penggambaran topik sosial-politik yang dianggap lebih mudah dipahami dan menarik dalam konten yang diberikan influencer. 

    Penggunaan Influencer dalam isu politik juga memiliki resiko seperti, akurasi dan bias hingga pengalihan isu dah polarisasi. Karena influencer dapat memainkan peran dalam mendukung demokrasi yang berbobot dengan memfasilitasi pertukaran ide dan meningkatkan pemahaman mengenai politik, Influencer juga harus berusaha untuk mempromosikan diskusi yang inklusif dan menghindari retorika yang memecah belah. dalam hal ini influencer dapat membuka ruang dialog antara pengikut yang memiliki berbagai pandangan politik dan mendorong diskusi yang sopan serta produktif.


    Dalam hal ini, sisi masyarakat juga harus diperhatikan. Dimana masyarakat tidak bisa menerima semua hal yang di informasikan oleh influencer melainkan, harus dapat memilah dan menganalisis.salah satunya dengan membandingkan untuk membuat keputusan politik yang terinformasi dengan baik. Karena dengan hal ini keselarasan influencer dengan politik akan berjalan dengan baik. 



    Referensi : 

    1. Riedl Martin et,al. (2023). Influencer Politik di Media Sosial : Sebuah Pengantar. Diakses 5 Februari 2024 dari Influencer Politik di Media Sosial: Sebuah Pengantar - Martin J. Riedl, Josephine Lukito, Samuel C. Woolley, 2023 (journals-sagepub-com.translate.goog) 

    2. Dewanti Mila, 2022. Analisis Sikap Politik Masyarakat pada Tiktok melalui konten politik dalam Challenge Welcome to Indonesia 2024. Diakses 5 Februari 2024 dari http://eprints.ipdn.ac.id/8608/1/REPOSITORY%20MILA%20DEWANTI_29.0816.pdf 

    3. Kurniawan Wawan, 2024. The Conversetion. Ketika ‘Influencer’ digunakan untuk mendapatkan dukungan politik, apa resikonya?. Diakses 09 Februari 2024 dari  https://theconversation.com/ketika-influencer-digunakan-untuk-mendapatkan-dukungan-politik-apa-risikonya-22250


    Penulis : 



    Nama: Thabina Carissa Putri 

    NIM : J140122107

    Jurusan : Komunikasi Digital dan Media 

    Sekolah Vokasi IPB University

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini